Skip to main content

Buku "Emotional Healing Theraphy"

Untuk pertama kalinya, bahas soal buku, daaann jengjeengg.. kali ini akan ungkapkan pendapat tentang buku "EHT"nya mamak, Irma Rahayu (sorry, cuma anak kocing yang bisa panggil mamak ya! ;) )
Pertama kali baca buku bertema psikologi dan 'nyambung' dengan jiwa saya ya buku si mamak ini, sebelumnya sudah sering bolak balik beli buku bertema psikologi tapi ga ada yang nyangkut, pas tahu ada buku ini, entah kenapa langsung nyangkut dan beli (kebetulan waktu itu buku ini tinggal satu-satunya dan tanpa plastik -_-) tapi tetep ada energi yang menarik buat beli..tsaahh
Buku yang ditulis mamak ini bahasanya benar-benar simple, gak bikin males baca dan....manjur!

Di dalamnya dibahas tentang jalan kita menuju perubahan, penjelasan mengenai emosi, apa yang salah dengan jiwa kita, karakter yang terbentuk dari orangtua, sampai ke penyakit fisik yang 90% semuanya berasal dari jiwa. Selain itu, banyak terapi ringan yang bisa kita lakukan sendiri. 

Pada intinya, bagaimana kita bisa meletakkan dan mengatur emosi dengan benar, bagaimana sedih dan marah seharusnya bekerja, tidak dipendam, tidak juga diluapkan, apalagi dilupakan, akan tetapi dengan diatur, bagaimana caranya? terima, atur pernapasan, dan beberapa cara lain yang bisa dibaca di dalam buku. Selain itu, apa yang kita rasakan dan alami saat ini adalah hasil dari apa yang kita dapatkan dan juga kita lakukan di masa lalu. 

Jangan suka memendam emosi ya!

Baca, bacaa..

Comments

Popular posts from this blog

Curhat Hari Ini

Assalamu'alaikum.. hi all.. saya masih semangat ikutin challenge dari blogger perempuan nih hihihi seperti biasa rutinitas sehari-hari bisa jadi curhatan dan kesempatan buat konten blog..😁 kami (saya & suami) masih fokus di anak-anak untuk sehari-hari, bersyukur banget anak pertama kami semakin banyak kemajuan dalam terapinya, walaupun masih ada yang harus diperbaiki lagi.. Faidhan memulai terapi di bulan Februari 2021, 3 bulan Sensori Integrasi & Terapi Wicara di Bekasi sempet di 2 tempat, akhirnya kembali ke kampung halaman malah ketemu Klinik Tumbuh Kembang yang cocok dan bikin betah. Dans sekarang sudah 2022, ayahnya pun sudah ikutan juga berkumpul dengan keluarga kecilnya. Di lain sisi, si bungsu Raizan, yang sempat bronkitis di bulan Januari kemarin benar-benar kami jaga biar tidak terus-terusan kambuh sakitnya, karena pengaruh juga ke jadwal imunisasinya huhu. Sebenernya kami pun masih struggle untuk di sisi ekonomi, terapi dan jaga kesehatan anak butuh biay...

Penerimaan kondisi

 halo semua.. akhinya saya balik lagi ke blog.. karena bingung mau menceritakan dan mengungkapkan yang ada di benak.  So....  Sejak awal tahun 2021, saya baru menyadari kalau anak saya sudah mau 2 tahun (karena lahirnya bulan April), tapi komunikasinya masih sangat sedikit, bahkan sempat beberapa kali jika dipanggil namanya tidak menengok atau terlalu cuek dengan sekitarnya. Di sekitar kita sering menyebutnya keterlambatan bicara.  Dari sana saya merasa sudah harus bawa anak saya ke dokter tumbuh kembang anak. Saya dan suami langsung cari klinik tumbuh kembang di Bekasi. Awalnya kami mau bayar umum mandiri saja tapi setelah tahu bisa dicover BPJS, kami memutuskan ke faskes 1, konsul dan diberikan rujukan ke Rumah Sakit dengan dokter tumbuh kembang. Setelah dicek dokter dan discreening seperti menunjukkan tanda autisme ringan tapi dokter bilang kontak mata Faidhan masih baik hanya saja ada gangguan fokus makanya susah merespons saat dipanggil juga kesulitan berkomunik...

Idul Fitri 1443 H

Assalamualaikum... Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Laailahailallah Wallahuakbar Allahuakbar Walillahilhamd.. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H Akhirnya hari yang ditunggu sejak lama datang juga niiihh lebaran vibesnya kerasa lagi,after pandemi 2 tahun sebelumnya... Kalo tahun-tahun sebelumnya kita mau gamau di rumah dan ga bisa mudik..akhirnyaaaa.... bisa kumpul bersama keluarga lagi nih, bisa jalan2 juga... semoga semua tetap sehat selalu setelah melalui pandemi ini... Kalo saya hari raya dihabiskan di kota kelahiran tercinta Prabumulih, keluarga besar dari berkumpul disini karena nenek saya masih sehat dan bisa berkumpul. apalagi saudara dari jauh bisa mudik. Sholat eid ramai-ramai berangkat dari rumah nenek sudah menjadi kebiasaan, sholat di lapangan dekat masjid pertamina di Prabumulih. Dilanjut bersalam2an dengan sanak saudara dan ga ketinggalan foto dulu hihi Opor dan rendang sudah menunggu di rumah, ga ketinggalan makanan khas pempek yang wajib ada sebagai sajian....