Skip to main content

Monetize blog vs Santuy blog

Assalamu'alaikum hai haiiii Sebenernya saya ga sebaiknya ngomongim ini hahahaha karena masih ada di tahap untuk sarana belajar ajah,tapi ndakpapa karena ada beberapa pengalaman untuk ngomongin ini.. Jujur niih, dulu tuh sebelum jamannya sosial media, sempet menghayal gimana rasanya blog ini bisa ngehasilin uang yang katanya memanfaatkan adsense untuk ditaro di halaman kita tapi ternyata persyaratannya bener-bener jauh dan ketidakkonsisten saya jadi masalah utama hihi Sempet juga dulu ditawari untuk ngisi halaman blog salah satu akun twitter yang cukup terkenal di kalangan jurusan kuliahku dulu tapi karena tidak pede sama sekali akhirnya nolak. Kemudian masih tetap ga sering ngepost blog, tapi akhirnya tetep beberapa kali masih ada ide nulis jadinya kembali lagi ke blog gimanapun bentuknya. Sampai suati hari ternyata dan ga disangka saya pertama kalinya dapet job untuk nulis artikel di blog! waaa senengnya bukan main, padahal di sosmed lain udah pernah dapet job juga bahkan lebih sering, entah kenapa merasa ada nilai sendiri aja kalau di blog hihi Hal ini bikin saya semangat ngeblog terus walaupun monetize bukan tujuan utama saya. Jadi, sebenernya dua-duanya, karena saya maunya kembali nulis blog dengan sering maka saya santuy blog tapi untuk monetize blog yaaa why not? bisa saya lakukan dengan senang hati tapi dalam bentuk tertentu ga harus adsense seperti di pikiran saya dulu,karena buat saya yang terpenting saya blogging dengan happy 😊 asal dilakukan dengan happy, blogging makin asyik.

Comments

Popular posts from this blog

Curhat Hari Ini

Assalamu'alaikum.. hi all.. saya masih semangat ikutin challenge dari blogger perempuan nih hihihi seperti biasa rutinitas sehari-hari bisa jadi curhatan dan kesempatan buat konten blog..😁 kami (saya & suami) masih fokus di anak-anak untuk sehari-hari, bersyukur banget anak pertama kami semakin banyak kemajuan dalam terapinya, walaupun masih ada yang harus diperbaiki lagi.. Faidhan memulai terapi di bulan Februari 2021, 3 bulan Sensori Integrasi & Terapi Wicara di Bekasi sempet di 2 tempat, akhirnya kembali ke kampung halaman malah ketemu Klinik Tumbuh Kembang yang cocok dan bikin betah. Dans sekarang sudah 2022, ayahnya pun sudah ikutan juga berkumpul dengan keluarga kecilnya. Di lain sisi, si bungsu Raizan, yang sempat bronkitis di bulan Januari kemarin benar-benar kami jaga biar tidak terus-terusan kambuh sakitnya, karena pengaruh juga ke jadwal imunisasinya huhu. Sebenernya kami pun masih struggle untuk di sisi ekonomi, terapi dan jaga kesehatan anak butuh biay...

Penerimaan kondisi

 halo semua.. akhinya saya balik lagi ke blog.. karena bingung mau menceritakan dan mengungkapkan yang ada di benak.  So....  Sejak awal tahun 2021, saya baru menyadari kalau anak saya sudah mau 2 tahun (karena lahirnya bulan April), tapi komunikasinya masih sangat sedikit, bahkan sempat beberapa kali jika dipanggil namanya tidak menengok atau terlalu cuek dengan sekitarnya. Di sekitar kita sering menyebutnya keterlambatan bicara.  Dari sana saya merasa sudah harus bawa anak saya ke dokter tumbuh kembang anak. Saya dan suami langsung cari klinik tumbuh kembang di Bekasi. Awalnya kami mau bayar umum mandiri saja tapi setelah tahu bisa dicover BPJS, kami memutuskan ke faskes 1, konsul dan diberikan rujukan ke Rumah Sakit dengan dokter tumbuh kembang. Setelah dicek dokter dan discreening seperti menunjukkan tanda autisme ringan tapi dokter bilang kontak mata Faidhan masih baik hanya saja ada gangguan fokus makanya susah merespons saat dipanggil juga kesulitan berkomunik...

Idul Fitri 1443 H

Assalamualaikum... Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Laailahailallah Wallahuakbar Allahuakbar Walillahilhamd.. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H Akhirnya hari yang ditunggu sejak lama datang juga niiihh lebaran vibesnya kerasa lagi,after pandemi 2 tahun sebelumnya... Kalo tahun-tahun sebelumnya kita mau gamau di rumah dan ga bisa mudik..akhirnyaaaa.... bisa kumpul bersama keluarga lagi nih, bisa jalan2 juga... semoga semua tetap sehat selalu setelah melalui pandemi ini... Kalo saya hari raya dihabiskan di kota kelahiran tercinta Prabumulih, keluarga besar dari berkumpul disini karena nenek saya masih sehat dan bisa berkumpul. apalagi saudara dari jauh bisa mudik. Sholat eid ramai-ramai berangkat dari rumah nenek sudah menjadi kebiasaan, sholat di lapangan dekat masjid pertamina di Prabumulih. Dilanjut bersalam2an dengan sanak saudara dan ga ketinggalan foto dulu hihi Opor dan rendang sudah menunggu di rumah, ga ketinggalan makanan khas pempek yang wajib ada sebagai sajian....